tentang harian

si Mak

“kasih ibu kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menerangi dunia”
__________________________________________________
“nada-nada yang indah selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku takkan jadi deritanya

oh bunda ada dan tiada dirimu
kan slalu ada didalam hatiku”

__________________________________________________
” just for my mom, i write this song just for my mom, i sing this song
coz just my mom, can wipe my tears cos just my mom, can only here

you may say i have noone, to cover me under the sun
you only get it from your mom, Mom!”

__________________________________________________

baris kata-kata itu terlihat manis dan sempurna bukan?
dalam benak hampir semua orang akan berpikir bahwa yang namanya seorang ibu haruslah dituntut untuk menjadi sekuat baja melebihi gatot kaca, setegar batu karang, memiliki hati selembut sutra, dan sebagainya dan sebagainya.

kalimat-kalimat sakti pun mengatakan bahwa kualitas ibu akan berdampak pada pertumbuhan anaknya.

lalu bagaimana dengan anak-anak yang terlahir tanpa ibu?
maupun yang karena sesuatu dan lain hal sang ibu harus meninggalkannya?
haruskah mereka meringkuk sedih karena merasa kurang kasih sayang ibu?
haruskah beribu-ribu anak yang kini tidak didampingi seseorang bernama ibu itu menghujat menyalahkan ibu-ibu mereka?

dengan alasan bahwa ibu-ibu mereka tidak ada disaat anaknya sedih?
dengan alasan bahwa ibu-ibu mereka tidak disisinya saat cobaan datang menguji?

mungkin benar, tidak adakah satupun alasan kuat yang memperbolehkan sang ibu tidak mendampingi anak-anaknya.

tapi bagaimana bila sang ibu pergi menghadapNya setelah berjuang saat melahirkan?
bagaimana bila sang ibu pergi mencari nafkah hingga keujung dunia untuk kesejahteraan anaknya?
bagaimana bila sang ibu pergi karena sudah melewati batas kekuatannya menghadapi kekerasan dalam rumah tangga?

bukankah ibu-ibu itu juga sudah memberi cintanya yang tidak pernah bisa diukur?
karena seorang ibu sudah harus merawat dirinya jauuuh sebelum tubuhnya siap untuk dibuahi.
karena seorang ibu harus mau mengkonsumsi makanan-makanan yang bahkan mereka tidak sukai demi menjaga kehamilannya.
karena seorang ibu bahkan harus menghabiskan berbagai macam obat dan suplemen-suplemen penunjang hanya agar kehamilannya  sehat dan dirinya pun memiliki kekuatan saat melahirkan.

yakinlah bahwa semua yg beliau lakukan adalah yang terbaik buat kita anak-anaknya.
disaat ibu menangis, kita dilatih untuk punya rasa kasih
disaat ibu sibuk merawat adik-adik, kita diajarkan untuk menyayangi orang-orang sekitar
disaat ibu marah, kita dilatih untuk berdisiplin
juga disaat ibu pergi, kita dilatih untuk tetap kuat seperti beliau

mereka juga tetap manusia biasa
bisa sedih, senang, lelah, letih, benci, bangga, dan bahagia.
dan kebahagiaan terbesar dalam hatinya adalah saat beliau mendengar kita mengucapkan namanya.
dan selalu ada alasan untuk menghargai mereka.

ibu adalah manusia biasa yang sudah diberi label “malaikat” untuk anak-anaknya ­čÖé

duh, jadi kangen simak dirumah.
semoga beliau sehat & bahagia

**sejujurnya, catatan ini dibuat untuk diri sendiri yang kadang-kadang masih suka protes sama simak :D**

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *