tentang harian

kenalkan, mereka ibu saya

22 desember
hari ibu, hari dimana semua anak akan mengabarkan keseluruh dunia lewat fesbuk atau twitter atau status profil akun-akun segala macamnya bahwa dia mencintai ibunya. dan tak ada satupun yang menandingi kebesaran cinta ibu untuknya.
saya hanya bisa mengucapkan kalimat-kalimat itu langsung kepada ibu saya lewat telepon. karena beliau tidak kenal twitter, tidak punya akun fesbuk, dan mata beliau sudah terlalu tua untuk membaca sms puisi seandainya saya mengiriminya.

bagi ibu saya, memberinya bunga mawar adalah aneh. menurutnya itu adalah kebiasaan orang barat. mata ibu akan lebih berbinar-binar saat saya datang mencium tangannya kemudian melakukan bersih-bersih rumah, lalu memakan masakannya. sesederhana itu ibu saya.
karena ibu saya adalah wanita jawa sederhana yang setia memegang teguh adat jawanya yang sudah diajarkan turun temurun dari ibunya dan simbah putrinya. beliau menunjukkan cintanya tidak dengan belaian dan hal menye-menye lainnya. tapi dari perhatian bahkan kadang dengan omelan khas ibu-ibu.

beruntungnya saya karena dilahirkan dilingkungan yang lengkap. lengkap dengan situasi yang membuat saya harus belajar banyak.
saya tinggal dalam keluarga yang kumplit. ada mbah putri, bapak, ibu, mbak dan mas. meski kami semua tidak berkumpul dalam satu tempat yang sama, tapi setidaknya mereka semua membantu membentuk karakter saya hingga sekarang ini.

mungkin yang berbeda dari orang lain adalah, dalam hidup saya memiliki banyak ‘ibu’ yang sangat saya kagumi. mereka ini yang mengajarkan segala macam ilmu-ilmu yang tak pernah tertulis dalam buku. mari kita berkenalan

mbah putri, beliau adalah ibu kandung bapak. cantik, lembut dan tegas. saat bicara suaranya selalu pelan dan lembut. kesabarannya tidak terhitung. dan masa kecil saya habiskan bersamanya. sayangnya tak ada satupun foto yang menunjukkan kebersamaan kami. padahal kami tidak terpisahkan sampai akhirnya beliau harus melanjutkan perjalanan di kehidupannya yang lain. **salam hormat mbah.

kemudian ibu kandung saya, kenapa saya meletakkan ibu setelah simbah putri? selain karena tingkatan usia juga karena saya baru mengenal ibu saya setelah berusia sekolah dasar. sejak saya sadar hidup, ibu yang ada disamping saya ya simbah putri. tapi simbah tak pernah berhenti mengajarkan saya bahwa ibu kandung saya adalah tetap ibu yang melahirkan saya. yang dikakinya lah terletak surga bagi anak-anaknya. dan sejak simbah harus pergi saya baru mulai belajar mengenal ibu lebih dekat.
sudah 5 tahun terakhir ini ibu terkena stroke. sebagian tubuhnya kaku. kadang ingatannya pun kacau. tapi hatinya tetap sama seperti sebelumnya.

mbak risa, beliau adalah kakak perempuan satu-satunya sekaligus kakak pertama. cantik, pendiam, tegas dan lembut. beliau ini yang mengajarkan segala macam hal tentang hidup. tentang pentingnya beribadah dan mempersiapkan apa yang akan saya bawa saat berhadapan dengan sang Pemilik diakhir hidup nanti.
sebagai anak perempuan pertama, mbak risa berkewajiban untuk menuruni dan melakukan segala macam tata cara adat yang biasa dilakukan oleh ibu, mbah putri dan simbah buyut. dan mbak risa pun wajib mengajarkan saya tentang itu semua. dan mbak risa pula yang menemani saat saya mulai jatuh cinta pertama kali 🙂

dalam perjalanan hidup yang agak lumayan panjang akhirnya saya bertemu dengan beliau ini, mbak arie. adalah istri dari kakak kandung si mas, ibunda dari sikecil bayu. selalu terlihat ceria, tangkas dan enerjik. hampir seluruh emosi yang sedang dialami akan bisa terbaca dari wajahnya. bagi saya yang selama ini selalu berada dilingkungan yang lebih banyak diam, berbicara dengan suara pelan, bahkan tertawa pun harus ada etikanya, mengenal mbak arie pertama kali jadi sesuatu yang sangat-sangat berkesan. beliau begitu terbuka. saat berada dekatnya akan ada banyak cerita-cerita yang mengalir. dan saya belajar banyak darinya. terutama belajar untuk lebih terbuka menyampaikan pikiran dan pendapat saya. hal yang sangat tidak mudah untuk dilakukan. khususnya bagi saya.

beliau-beliau inilah dan juga banyak teman, sahabat dan orang-orang hebat yang tak tersebutkan disini, yang selama ini jadi ibu dan  ‘ibu’ bagi saya. yang mungkin tanpa mereka sadari sudah berbagi ilmu dengan saya. terima kasih tak terhingga. atas semua doa dan harapan baik yang sudah terwujud. karena saya yakin semua kebaikan ini terjadi atas doa dan harapan orang-orang baik. atas ilmu mahal yang tak pernah dijual. semoga ibu dan ‘ibu’ saya semuanya diberi kemudahan dalam hidupnya, sehat wal afiat dan  diberi berkah tak terputus dari yang maha sempurna.

 

 

    mother. no matter how unperfect she is. she still always at your side in every condition,  Greyson Chance

4 Comments

    1. @putri, ibumu juga ibu saya masuk dalam kategori orang-orang hebat yang sampai sekarang saya masih belum selesai menggali kesan-kesan dengannya. selamat hari ibu buat calon ibu *peluuk*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *