tentang sahabat

yuk, hijaukan bali

kintamani
salah satu daerah dingin di bali. berada diketinggian diatas 400 mdpl. diapit oleh gunung dan danau batur. berjarak sekitar 2jam perjalanan dari denpasar.
meski suhu didaerah setempat ini dingin, namun disiang hari  panas matahari begitu teriknya hingga kadang menimbulkan kebakaran hutan. dan saat ini pohon-pohon di lereng gunung batur mulai berkurang. bahkan sisa-sia reboisasi terakhir pun hanya tinggal layu dan mati.


dampak ledakan terakhir masih terlihat hingga sekarang. bukan hanya pepohonannya yang berkurang, bahkan batu, pasir dan tanah pun dikeruk untuk dijual ke pengepul-pengepul bahan bangunan. truk-truk besar sering terlihat hilir mudik di area lereng gunung batur untuk mengambil material-material tersebut.
sementara harga material melangit sebaliknya truk pembawa hanya dikenakan tidak lebih dari rp. 10 ribu sebagai  retribusi per kedatangan yang akan digunakan untuk pembangunan desa. miris sekali.

 

bali reboisasi festival
dari sebuah email yang berisi ajakan berpartisipasi dalam program penghijauan bernama “bali reboisasi festival” yang ditujukan ke bali outbound comunity beberapa waktu lalu. adalah program  penanaman +5000 bibit tanaman yang akan ditanami dilereng-lereng gunung batur. dan ajakan ini kami tanggapi dengan serius.
hingga pada waktu yang ditentukan, minggu tanggal 4 desember 2011. kami, beranggotakan 30 orang bersama dengan kurang lebih 800 orang partisipan yang berasal dari komunitas yang berbeda, bersama-sama menanam dan menyirami bibit-bibit tanaman termasuk diantaranya eucalyptus dan jati belanda.

saya sendiri salut dengan beliau ini, mr. miyazaki,  salah seorang penggagas program-program penghijauan dibali. laki-laki berkebangsaan jepang yang memikirkan kelangsungan hidup hutan bali. kalau orang lain saja peduli dengan bumi ini, lalu bagaimana dengan kita?

ya, saat ini kintamani memang sejuk. tapi kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi sepuluh atau dua puluh tahun lagi. sampai kita mau peduli

** poto-poto diambil dari sini

 

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *