tahun baru tempo dulu
dulu saat masih kumpul dengan orang tua, hari-hari menjelang akhir tahun adalah saat dimana kami berkumpul bersama, diam sejenak mengingat-ingat kembali apa yang sudah kami lakukan. bahasa kerennya sih bermuhasabah gitu.
saat itu, bapak akan memulai bertanya apa kira-kira dari tindakannya selama ini yang tidak disukai oleh anaknya. kami diperbolehkan mengutarakan semua uneg-uneg kami terhadap bapak. begitupun sebaliknya. saling memberi masukan dan saran untuk satu sama lain. agar untuk diwaktu-waktu selanjutnya kami tidak mengulangi kesalahan. memang sih interospeksi bisa kapan saja. tapi pergantian tahun akan menjadi saat yang pas untuk memulai semuanya menjadi lebih baik kan ![]()
momen seperti ini akan diulang pada saat akhir waktu buka puasa ramadhan dan dihari ulang tahun. hanya saja pada saat ulang tahun, yang akan menjadi pokok bahasan ya yang berulang tahun saja.
tahun baru yang baru berlalu
tanggal 31 desember lalu, bersama si mas mencoba menerapkan cara ini. saling bicara. menyampaikan apa yang menjadi uneg-uneg kami. berharap untuk selanjutnya tidak ada lagi batu-batu kecil yang mengganjal.
selain “berkaca” bersama, saya kembali mengingat kejadian-kejadian yang sudah lewat. ditahun ini banyak sekali warna. selayaknya palet make up dimeja rias. dari warna cerah ceria sampai gelap kelabu. ternyata semua warna itu saling melengkapi.
benar bahwa kita semua lahir dengan satu paket lengkap. saat bertemu satu kesenangan luar biasa, harus pula bersiap-siap menghadapi kesedihan tiada tara. tak ada yang bisa memilih hanya salah satunya.
ditahun 2011, selain menghadapi kehilangan yang menyedihkan, ternyata saya pun dipertemukan dengan banyak hal yang menyenangkan. dari semua warna kelabu, yang paling gelap adalah saat kehilangan si calon satria. meski belum berbentuk, dia sudah bernama. satria kecil. demi menunjukkan kegigihan usahanya untuk hidup walau akhirnya dia harus kembali ke Sang Pemiliknya. saya dan mas ikhlas. meski berat sekali.
awal 2012
beberapa hari lalu saat si mas sakit, saya meminta kepadaNya agar mas diberi kesehatan. sedih melihatnya sakit. meski hanya demam biasa. dia yang biasanya bugar, kuat dan sehat, jadi pucat dan lemah.
dan saya merasa, saya sudah terlalu banyak meminta. meminta diberi stok kesabaran, meminta dilapangkan rejeki, meminta diberi umur yang barokah, minta sehat, minta ini, minta itu..
malu rasanya. walau memang hanya Dia tempat meminta.
sepertinya ini awal yang baik untuk memulai. saya memang tak pernah berhenti meminta. tapi tak berani membuat resolusi berlebih ditahun ini. terutama untuk satu hal itu, pengganti satria kecil. karena sepertinya itu bukanlah area kewenangan kita. itu semacam hadiah. biarlah Yang Kuasa yang bekerja di area ini.
mungkin saya yang belum bisa membaca jalan yang sudah diberikanNya. padahal Dia sudah meng-create hidup ini dengan sangat indah sekali. dan semua pernak-pernik yang terjadi setiap hari. saya yakin rejeki tak pernah tertukar. kalo kata orang bijak sih sebesar-besarnya rejeki adalah nikmatnya bersyukur.
dan kamu mas, adalah hadiah paling indah

duhh romantisnya
nice post mbak
aku juga merasakan warna kelabu it mbak ia….
sedih, tapi mungkin itu adalah pelajaran yang tak bisa dicari di sekolah manapun. mungkin juga teguran karena kadang kita sering melupakan-Nya…
Insya Allah kita akan segera diberi ganti yang lebih lebih baik lagi.