judulnya salonpas hot. tapi pas dipasang kok cuma gatal aja rasanya. SE-TE-BAL I-THU-KAH KU-LIT ku??
Posted by indablu Posted on Feb - 08 - 2012

Cukup mi aja yang instan

Sesulit kita mencari sahabat setia, semenantang itu juga utk menjadi sahabat setia. @AlberthieneE Alberthiene Endah

 

malem itu, udah hampir jam dua belas. perut lapar memang ga kenal waktu. bisa datang setiap saat. dan perut lapar itu bisa jadi gangguan saat mata udah mulai kriyep-kriyep.

gangguan berikutnya adalah gak ada apapun yang bisa dimakan selain air putih dingin.


bagusnya ada mi instan yang selalu jadi penolong disaat genting. dan mi goreng rendang + telur ceplok sepertinya menarik.

**siap-siap rebus mi instan..

oyah, kayaknya emang udah kebiasaan saya melakukan segala sesuatu dengan serius. kalo si mas bilang sih saya lebih keseringan melamun dan terlihat bengong saat mengerjakan apapun. tapi kalo menurut saya sih saya hanya menikmati setiap langkah prosesnya dengan gak terburu-buru. ngeles :)

bengong berlanjut sambil baca petunjuk penyajian: rebus mi dalam waktu kurang lebih 3 menit. masukkan bumbu-bumbu, aduk-aduk. dan yap! jadilah mi goreng spesial rendang istimewa.

bener-bener istimewa karena dimakan disaat bener-bener lapar, dan karena memang gak ada makanan lainnya.

gangguan berikutnya datang, perut penuh banget itu gak mudah untuk tidur. jadi saya harus menunggu lagi sampai mata ini pingin tidur tanpa dipaksa. kenapa rasanya hidup saya malam ini susah banget ya hehe..

sambil bengong (lagi).. terus inget petunjuk penyajian tadi, mi instan yang saya masak tadi itu cuma butuh waktu ga lebih dari 10 menit. wow! kira-kira ada gak ya yang kepikiran buat ngasi penghargaan atas pemikirannya menciptakan makanan instant?

dan baru inget juga dengan kejadian beberapa hari lalu. tentang kesalah pahaman dengan seorang sahabat deket yang akhir-akhir ini dekat banget.

entah gimana awalnya pertemuan kami, sampai akhirnya kami bisa deket banget kayak sekarang ini. kami gak pernah berhenti berkomunikasi. hampir setiap hari. selalu ada aja yang bisa jadi bahan cerita, bercanda dan belajar.

sampai kejadian beberapa hari itu. saat ada kalimat-kalimat dalam pesan singkatnya yang saya mengartikan berbeda dengan yang dia maksud.

saya tau dia kecewa, dan saya sadar sepenuhnya bahwa saya salah. gak menunggu waktu lama lagi untuk minta maaf. puluhan kata maaf langsung terucap saat itu juga. tapi setelah itu kami sama-sama saling diam.

beberapa kali saya coba untuk kembali berkomunikasi seperti biasa. tapi dia tetap diam. ya sudahlah, mungkin dia butuh waktu untuk bersikap normal kayak biasanyanya. atau bisa jadi juga dia masih butuh waktu buat mengerti kesalahan saya.

ya emang rasa manusia gak pernah sama. gak selalu yang menurut kita baik menurut orang lain juga baik. dan yang menurut saya sepele belum tentu sepele juga buatnya. semoga saya bisa mengerti di poin ini.

kalo kata saya sih, siapapun orangnya, yang namanya sahabat, ya teman dekat. tempat bercerita, tempat belajar. sahabat itu adalah orang yang akan selalu ada disetiap salahmu untuk menunjukkan yang benar. dan sahabat bukanlah orang orang yang mudah datang dan mudah pula pergi.

sejauh ini cuma makanan instan aja yang saya tau dan ga ada yang namanya sahabat instan. semua butuh proses. proses belajar mengerti satu sama lain. jadi kalau hanya menginginkan yang baik-baik saja dari seorang teman, rasanya saya belum pantas bersahabat.

kalo ada lagu sahabat bagai kepompong itu bener. karena ga semua kepompong punya waktu yang sama buat jadi kupu-kupu. dan proses dari ulet ke kupu-kupu itu bisa jadi pelajaran yang bagus.

saat nulis ini membuat saya ingat dengan seorang sahabat lama yang sampai sekarang masih terbina. kami bertemu tanpa disengaja. hanya karena partner kami masing-masing adalah kakak dan adik :)

kami pernah berusaha saling menjauh karena perbedaan rasa, paham, situasi dan masalah-masalah yang gak sedikit. kami bahkan pernah saling menjatuhkan. tapi ya balik lagi. kami sama-sama pingin jadi sahabat yang terbaik bagi yang lain. sampe-sampe hampir semua teman menjuluki kami sepasang sandal jepit. beda bentuk, beda nama, tapi kami berdua selalu sama-sama.

bulan februari ini pingin rasanya merayakan pertemuan kami yang baru sembilan tahun. semoga aja dia masih kuat diajak jalan-jalan dengan perut besarnya.

Categories: my liFe

About indablu

i love my life ;)

One Response so far.

  1. sendal jepit says:

    hwaaaa…..jadi terharuuuuu….