tak berkategori

mimpi

kamu dan aku
ada dalam suatu dimensi
yang entah dimana kita berada
dan hanya kita berdua disana

kamu bilang,
semua yang ada disekitar kita hanya diciptakan untuk sesuatu yang baik

oh.. ternyata bukan hanya kita berdua yang berada disana
mereka; meja kayu coklat muda, kursi rotan tinggi, cangkir antik hijau, lampion oranye semuanya berbicara
mereka bergerak
dan aku takut

cangkir hijau menggeliat. berputar meregangkan ototnya
“begini cara kami melakukan tugas” tunjuknya sambil memutar lengan kecil disamping tubuh gendutnya
tak jelas tugas mana yang dimaksudnya

kursi rotan tinggi itu perlahan terlihat bertambah tinggi
kaki kurusnya memanjang. tinggi dan semakin tinggi tak tergapai
lalu kembali lagi ke bentuk semula

aku makin takut
tapi mereka semua dan kamu, hanya tersenyum padaku
kalian semua berusaha menenangkan
aku yang tak tenang

tok tok tok
suara lirih terdengar
pintu coklat tua itu seperti ingin disapa
makin lama makin keras sapaannya
aku bergetar melihat ini semua
berusaha menggapai tanganmu
“bawa aku pergi dari sini mas, please” pintaku
kamu tak bergeming, hanya senyum

tok! tok! tok!
suara pintu semakin mengeras
aku menangis. sekuat-kuatnya.
“dimana iniii??!” teriakku.
bahkan airmataku pun bersuara tak jelas

dok! dok! dok! dok! dok!
suara pintu makin terdengar memaksa
“mas, dimana ini? bawa aku pergi”
“mas dengar kan pintunya juga ikut bersuara?” mohonku padamu

kamu ajak aku duduk
bersama kita mendengar suara-suara itu

lalu

aku perlahan mulai tersadar
kita berada dalam dimensi mimpiku
dan itu.. adikmu diluar sana terus menerus mengetuk pintu

aku lega 🙂

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *