tak berkategori

hati-hati dengan basa-basi

karena senyum memiliki sejuta arti

waktu sudah menunjukkan jam satu siang. perut juga menunjukkan waktu yang sama. bagus, berarti  proses sinkronisasi antara jam dinding dan perut sudah berhasil. ini waktunya MAKANN!!  bersama dengan dua orang teman, kami segera cusss.. melesat ke kantin

menu makan siang dikantin kantor hari ini adalah bakso. menu favorit saya. kuah panas yang banyak, agak sedikit pedas. apalagi di kuah bakso ada potongan-potongan kaki, sayap dan tulang ayam di bagian-bagian lain. ini akan enak untuk disesap di akhir waktu makan. mmm.. slurp.

sedang asik-asiknya menikmati tulang-tulang di mangkok bakso. datanglah seorang teman yang bergabung dimeja makan.  (awalnya) gak masalah. toh, kami semua sedang sibuk dengan bakso dan tulang-tulang ini. tapi tetap sebagai usaha menghormatinya, saya menyapanya “ mari makan..” dia tersenyum. lalu suasana kembali diam. kami sama-sama sibuk dengan makanan kami.

tiba-tiba dia bertanya, “apa baju batik untuk orang hamil cuma ada yang model begini?” heuh.. saya bingung dengan maksud pertanyaannya. dan bingung apakah pertanyaan ini ditujukan untuk saya?  tapi di meja ini cuma saya yang hamil. lalu saya tanya, “kamu nanya ini ke saya?” “iya” jawabnya.

“emangnya baju batik untuk orang hamil ga ada model  lain ya?” tanyanya lagi. mungkin karena pertanyaannya tadi ga saya jawab “kok aneh sekali model bajumu. dan kamu jadi keliatan aneh sekarang” lanjutnya.

setelah dia komentar tentang baju saya yang aneh menurut dia, dia lalu komentar tentang salah satu teman saya yang pendiam. dia menyebut teman saya Mrs. “he-em.” karena menurut dia, setiap kali teman saya ini ditanya orang lain, jawabannya hanya “he-em”

ow, uhuk! tiba-tiba bakso ini jadi ga enak lagi. saya tatap matanya. apa sih yang salah dengan orang ini. mungkin niatnya tadi hanya mencari bahan obrolan, tapi sepertinya ga perlu dengan cara menjatuhkan/menjelek-jelekkan orang lain.

sejujurnya saya cuma ingin bilang “situ oke?!” untuk menanggapinya. tapi ah, bakso enak yang saya makan ini untuk saya dan makhluk mungil didalam sana. sayang kalau akhirnya terbuang percuma hanya untuk menanggapi orang aneh seperti ini.

untuk saya ambil hikmah aja. saat ga nemu bahan pembicaraan yang pas, tatap mata yang bersabahat dan tersenyum sudah cukup. karena senyum memiliki sejuta arti.

dan perut yang lapar mempengaruhi kerja otak dan perasaan. saat lapar, mending diem deh daripada ngomong yang bikin orang lain tersinggung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *