tentang harian

perempuan dengan nama sebuah motif

melihatmu, mengharuskanku mengingat kembali kejadian-kejadian diwaktu lalu. bukan ingin dikasihani. hanya ingin mengingat saja.  saat  jutaan mata memandangku rendah. saat milyaran kata menilaiku tak tahu diri. saat seluruh teman dan sahabat turut menyalahkan

kamu datang diwaktu dan keadaan yang tak tepat. ataukah aku saja yang menempatkan rasa yang tak tepat. kamu datang disaat kami sedang menjalani perjalanan ke-enam tahun kami. enam tahun bukan waktu yang sebentar ya adik kecil.

kedatanganmu disambut sepenuh hati  olehnya. tapi tidak olehku. kamu tau kenapa? kamu melukaiku. meski sebenarnya tak jelas lagi kamu atau dia yang melukaiku.

yang kuingat, aku sempat memohon padamu untuk meninggalkan kami. memohon hatinya untukku. memohon dengan segala kerendahan hati. dan menempatkan diriku didasar bumi.

aku pikir aku benar. aku pikir aku berhasil mengembalikan segalanya. termasuk setianya. aku salah. aku tau aku salah saat seorang teman mencambukku dengan ucapannya; if a man doesn’t loves someone then no one is able to force him to loves it. and, if a man loves someone then there will be no one that can make him goes away. dan aku merasa tertampar saat itu.

berkonspirasi dengan semesta

banyak waktu hanya terbuang percuma. tak terhitung airmata yang tumpah. untunglah cambukan dari sana-sini menuai hasil. aku sadar. hidupku ya milikku. hanya aku dan Zat Maha Luas lah yang berhak atas hidupku. bukan kalian. kalian tidak berhak seenaknya keluar dan masuk dihidupku. silahkan keluar dengan baik-baik.

hanya satu harapan saat itu. aku ingin melihatmu. melihat kalian. melihat wajah orang-orang yang tak punya hati ini.

lalu aku berkonspirasi dengan semesta, pertemukanlah kami disaat yang tepat. saat aku sudah menjadi diriku sendiri. saat aku sudah tidak mungkin kembali ke keadaan dimana aku berada didasar bumi. didasar kaki kalian.

napak tilas menghilangkan jejak

kalian harus keluar dari hidup dan ingatanku. tak ingin lagi ada kalian dibumi tempatku berpijak. dan aku mengulangi semua perjalanan yang telah lalu. hanya untuk mengganti semua kenangan. agar tak ada lagi “kalian” saat aku mengingat tempat itu.

______________________

dan semalam, mungkin adalah waktu yang baik untuk kita bertemu. benar-benar tanpa disengaja bukan… mungkin pula karena semesta sudah mengatur skenario yang terbaik.

aku, sudah melupakan harapanku untuk melihatmu. namun semesta seperti ingin aku mengetahui semua yang sudah diatur olehNya. kita bertemu. aku bahagia. melihatmu. melihat wajah polosmu adik kecil. perempuan dengan nama sebuah motif. melihat kalian salah tingkah terhadapku.

aku bahagia, dipertemukan dengan kalian malam ini,

disaat aku sudah menemukan hidupku.

disaat aku sudah bisa berpikir jernih.

disaat berat badanku sudah bertambah.

disaat aku sudah memutuskan berjalan berdampingan dengan lelaki sederhana berhati seluas samudra ini.

disaat semuanya sudah tertata sempurna.

dan disaat aku sudah sanggup melihat kalian dengan kepala tegak.

ya, aku menangis. karena bahagia. atas semua yang sudah lewat. terima kasih semesta, terima kasih wahai Zat Maha Lembut. atas rencana indahMu.

dan semoga pelukan hangat lelaki bermata teduh ini tak akan pernah terlepaskan. terima kasih. mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *