tentang harian

semua akan [p]indah pada waktunya

beberapa bulan lalu, saat teman dimutasi ke Surabaya. di kata pengantar perpisahannya dia cerita bahwa kepindahan ini sudah dinantikan bertahun-tahun lamanya. meski SK mutasi adalah impiannya tapi tetap saja saat kabar itu datang dia dan keluarganya pontang panting menyiapkan kepindahan.

mengutip ucapan seorang teman saat sarapan bersama pagi ini, “pindah ke tempat baru itu tidak nyaman, apapun alasannya. karena biasanya keluar dari zona kenyamanan itu sangat berat.” rasanya ucapan itu ada benarnya. saya pun merasakan. begitu mendengar isu bahwa akan dimutasi, alih-alih tertantang dengan suasana baru, yang ada malahan haru-biru galau-merona suasana hati ini… uwouwouwooo

ya gimana gak galau-merona saat membayangkan repotnya kami karena masih harus wira wiri mataram – denpasar saat jadwal kontrol Abhi, membayangkan repotnya  si mas  karena pekerjaannya di denpasar. membayangkan harus meninggalkan sahabat-sahabat tercinta. ih semua dipikirin, rempong banget deh eikeh..

pilihan saat itu adalah kami boyongan semua ke mataram dan si mas yang wira wiri kerja, atau home base kami tetap di denpasar dan saya yang wira wiri seminggu sekali. tapi pisah dengan Abhi dan Cuma ketemu seminggu sekali itu langsung bikin ga enak  makan. Aaargh.. begitu banyaknya bayangan menakutkan. hasilnya, stress. dan produksi ASI seret. kalo sudah begini bisanya ya Cuma nangis hihihi..

JRENG! SK sudah keluar, tadinya berharap isu cuma jadi isu, ternyata bukan. mau gak mau tetap harus pindah. entah dengan atau tanpa keluarga. jadi harapannya adalah semoga semua dimudahkan.

dan doa kami terjawab.  saat mendapat kabar bahwa si mas tak perlu wira wiri mataram – denpasar, karena pekerjaannya yang mobile memungkinkan si mas bekerja dari mataram. kabar baik berikutnya datang menyusul satu persatu, mulai dari proses pencarian rumah di mataram, proses pemindahan barang yang semua seperti dimudahkan, Alhamdulillaah..

berjemurdan hari ini, pas dua minggu lamanya kami bertempat tinggal di pagutan, mataram. kesan pertama tinggal disini, suasananya masih lengang, kendaraan tak terlalu ramai, jadi belum terlalu banyak polusi. sepertinya udara disini bagus buat Abhi. kemarin saat ditanya si bos, apa saya kerasan tinggal di mataram. cuma bisa nyengir aja. kalo bilang ga kerasan juga ga mungkin dibatalin kaaan 😀

sekarang saya sudah bisa tersenyum lega. sudah bisa bilang ke teman-teman di denpasar, bahwa yang abadi hanya perubahan. kalo bukan sekarang yang mungkin nanti. kalo sekarang belum dapet SK mutasi, ya mungkin bulan depan, atau bulan depannya lagi, atau mungkin tahun depan.  cuma masalah waktu saja. semua akan [p]indah pada waktunya hohoho..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *