tentang Cah Bagus, tentang harian

Abhipraya dan pengalaman barunya

gelang biru

Abhipraya Wibawa. hari rabu lalu, 12 Juni 2013. udah enambulan ya nak. udah nambah berat badannya, udah nambah tingginya. udah tambah sering ngoceh, udah banyak pinternya. Alhamdulillaaah…

sejak lahir Abhi diketahui memiliki PDA seluas 7.9mm. seiring tumbuh kembang tubuhnya, pada usia 4 bulan PDA nya mengecil hingga 2.6mm. awalnya dokter mempertimbangkan untuk melakukan penutupan PDA ini pada usia Abhi enam bulan sambil menunggu kondisi tubuh Abhi kuat.

bersyukur kondisi Abhi membaik, berat badannya pun nambah terus. pada bulan April lalu, atas pertimbangan ini dokter menyarankan agar PDA Abhi segera ditutup saja supaya gak mengganggu perkembangannya. hm.. jelas ini bikin kami terkaget-kaget, terpana, terhenyak dan semua yang mewakili perasaan kami saat itu (agak lebay juga sih ini). karena kami masih berharap PDA ini akan menutup dengan sendirinya dokter memberi waktu 2 bulan untuk memikirkan persiapan. jadinya ya sama juga dengan rencana semula.

setelah hampir dua bulan… udah siap? ya tentu tidak :).. tapi siap gak siap kami semua harus siap. kami disini maksudnya ya semuanya, ya Abhinya, ya orang tuanya. karena kondisi Abhi juga harus fit untuk menjalani proses ini. orang tuanya juga harus siap mental. biar Abhi tambah sehat.

setelah didiskusikan dengan seluruh keluarga akhirnya disepakati tanggal 7 juni 2013 adalah jadwal operasi PDA Abhi di RS. Balimed Denpasar. ah ya, untuk pemilihan rumah sakit inipun ada ceita sendiri. dr Eka Guna Wijaya SPA meminta kami memilih rumah sakit. pilihannya adalah RSU Sanglah dan RS Balimed. berdasarkan pengalaman sebelumnya kami langsung memilih RS. Balimed.

 

abhi 070613jumat 7 juni jam 2 lebih 10 menit kami tiba di lobby RS. Balimed. karena kami berdomisili di mataram, untuk mempercepat proses registrasi di rumah sakit maka seminggu sebelumnya sudah diawali dengan proses registrasi via telpon. sehingga saat datang, pihak rumah sakit sudah siap.

melalui ruang UGD, Abhi mulai diperiksa segala macemnya. termasuk  pemeriksaan darah. Abhi itu bisa dibilang jarang nangis. setiap kali suntik imunisasi Abhi gak pernah nangis. tapi kali ini menangis keras banget. ya emang beda sih proses nyuntiknya. pantes aja kalo Abhi nangis. ini yang nangis bukan cuma Abhi, ayah, ibu dan mbah Ti nya juga ikutan nangis demi melihat Abhi nangis kesakitan 🙂

pengambilan darah gagal. sudah berkali-kali dicoba, tetep gak nemu titik pembuluh darahnya. akhirnya mbak-mbak perawat menyerah dan pengambilan darah akan diulang saat dikamar nanti. akhirnyaaa Abhi boleh  juga istirahat di kamar.

malamnya pengambilan darah diulang lagi. tapi mbak perawatnya beda. kali ini lebih jago. sekali tusuk langsung dapet titik pembuluh darah. jadi Abhi ga harus nangis keras-keras kayak siangnya. setengah jam kemudian dilanjutkan dengan ronsen pemeriksaan thorax. ada yang lucu saat foto ronsen berlangsung. kami yang belum pernah mengalami ronsen agak bingung saat disuruh memegang badan Abhi, si mas kebagian memegang lengan, dan saya kebagian memegang paha dan kaki. setelah itu semua petugasnya masuk ke ruangan sebelah yang dipisahkan kaca. kami agak bingung, lho kok ditinggal sendiri disini, katanya mau foto ronsen.. ternyata petugas itu memang motonya dari ruangan sebelah 🙂

 

besoknya, sabtu tanggal 8 juni 2013, Abhi harus puasa susu mulai jam 8 pagi. tapi masih boleh minum air putih sampai dengan jam 12 siang. setelah jam 12 siang Abhi sudah harus puasa total. kasian lihat Abhi puasa. kalo nahan sakit mungkin dia sudah terbiasa. tapi nahan lapar bikin Abhi bener-bener marah.

siang jam 2 mbak perawat masuk ke kamar, minta kami mengantar Abhi ke ruang tindakan. saya dibolehkan mengantar Abhi sampai kedalam ruangan. disana sudah disiapkan meja panjang warna biru muda. dengan banyak kabel-kabel menjuntai. diatas meja ada alat semacam lampu kayak di film-film itu. dikanan dan kirinya meja-meja yang lebih kecil beroda. bertaplak warna hijau. tersusun banyak alat-alat yang langsung bikin lutut melemas. kemudian Abhi diambil alih seseorang berseragam hijau. dan dia meminta saya menunggu diluar sambil berdoa katanya.

akhirnya, setelah berhari-hari menahan, tiba juga hari ini. sekeluarnya saya dari ruangan itu, keluar juga airmata yang sudah ditahan daritadi. membayangkan Abhi tidur disana dalam keadaan gak sadar. yang kuat yo Le..

jam empat lebih limabelas menit. kurang lebih dua jam prosesnya. Abhi sudah sadar, dia nangis. kehausan. seneeng banget liatnya. dan besoknya, Abhi sudah seger lagi. sudah ceria lagi. Alhamdulillaah..

baru kemudian tahu bahwa tindakan yang dijalani Abhi itu namanya Transcatheter Closure of PDA. baru tahu juga penampakan alat yang dipasang dijantung Abhi seperti payung begitu. aduuh Le.. ibu kok nyeri-nyeri geli ya ngebayangin ada alat kayak gitu dijantungmu. kamu bener-bener kuat Le. bener-bener jagoan wis..

 

dan seperti yang sudah ditulis diawal, sekarang Abhi sudah sehat, sudah banyak minumnya. sudah rajin ngoceh. semoga sehat seterusnya. karena hidup gak pernah jauh dari ujian, semoga yang dialami Abhi ini jadi jalan mempermudah ujian-ujiannya kelak. sekarang ayah sama ibunya mau ngucapin banyak-banyak terima kasih buat semuanya, terima kasih buat seluruh keluarga besar atas support dan doanya. buat Telkomsel dan Baliorange atas bantuan dana dan atas kemurahan hati mengijinkan ayah ibunya Abhi ndak kerja. buat semua teman-teman yang gak pernah putus menyemangati kami dan selalu membanjiri kami dengan doa dan dukungan. yang paling special buat Abhi, terima kasih sudah memberi kami semua pengalaman tak ternilai.

4 Comments

  1. harusnya perawat yg sudah jago ya bu yg di tugasi ambil darah bayi, dulu aqira jg jejeritan eh nggak nemu pembuluhnya :(.

    sehat terus ya ganteng, you’re so strong ganteng :-*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *