tentang harian

Derita si Pemberi Piutang

Mortgage-i1-properties

pernah punya hutang? kalo kredit? ya sama aja itu sih.. hari gini siapa sih yang ga pernah punya hutang, hampir semua orang pernah punya hutang. hutang dengan badan-badan pembiayaan, hutang dengan bank yang dalam bentuk kartu berbayar atau kredit tanpa agunan. mm.. ada lagi yang berhutang dengan perorangan. bahasa lainnya sih “minjem duit”.

lalu seberapa sering kamu berhutang? untuk saya pribadi yang belum bisa bebas finansial sih masih harus berteman dekat dengan bank penerbit kredit. baik itu untuk pembiayaan properti ataupun yang berupa kartu kredit. iyah, saya memang masih terikat dengan bank-bank itu untuk membayar beberapa kondominium yang sudah kadung saya taksir sejak beberapa tahun lalu dan sewa pesawat pribadi menuju pulau impian.. *tiba-tiba mules mbaca kalimat ini? silahkan ke toilet terdekat*

gak takut dengan bunga pinjaman? menurut saya, bunga pinjaman adalah sebab akibat. kalau saya berani berhutang berarti saya harus berani membayar bunga yang ditetapkan. dan untuk memperkecil bunga yang harus saya bayar maka saya harus membayar lebih cepat. sekarang ini banyak banget kan bank-bank yang menerapkan sistem tanpa bunga alias bagi hasil. untuk ini saya masih belum mengerti betul dengan sistem tersebut. kalau saya lihat-lihat sepertinya sama aja. cuma beda istilah. entahlah, mungkin saya kurang gaul dengan sistem bagi hasil. semoga setelah ini saya bisa lebih dekat dengannya *hayah*

nah. kalau untuk peminjaman ke perorangan, saya agak menghindari yang seperti ini. kecuali bener-bener kepepet banget (udah kepepet pake banget pula) dan memang dananya sudah ada baru saya berani meminjam. contohnya: saya diajak makan bareng. ternyata didompet gak ada uang cash. sementara tempat makan hanya menerima pembayaran cash dan bukan kartu debit atau kartu kredit. dengan sangat amat terpaksa saya meminjam dan langsung saya kembalikan begitu sudah nemu ATM.

sebisa mungkin saya menghindari “minjem duit”. karena saya pasti akan malu ketemu dengan pemberi piutang selama saya belum bisa mengembalikan. sementara pasti si pemberi piutang membutuhkan uang yang saya pinjam.

pernah gak kita berpikir dilema yang harus dihadapi si pemberi piutang saat kita “minjem duit” itu? “kalo gak ngasih kok ya kasian, kalo dikasih nanti gak jelas kapan ngembaliinnya..” atau “kalo gak dipinjemin gak enak, kalo dipinjemin juga pasti gak dikembaliin..” apalagi kalau sudah ada histori telat ngembaliin. pernah gak kita berpikir derita si pemberi piutang? disaat lagi bener-bener membutuhkan ternyata malah susah ditagih. itu sih yang sering saya baca dari status teman-teman di facebook, “mau nagih duit sendiri aja kayak mau ngemis” hehehe..miris. kasian kan para donator itu.

iya, tulisan ini ndak ujug-ujug dibuat tanpa alasan. ini karena disuatu sore hari yang cerah disaat kami sedang bercengkrama dengan gembira tiba-tiba saja ada sms yang isinya menagih hutang lama. hutang itu hampir berumur sepuluh tahun. duh, entah gimana malunya kami saat itu. meskipun yang berhutang bukan kami. entahlah bagaimana proses peminjaman diawalnya. yang jelas si pemberi piutang menagih kami. sebagai anak yang baik kami harus membayarnya walaupun dengan cara menyicil.

lalu kejadian berikutnya, saya mencoba menagih pinjaman ke seorang teman. ini juga pinjaman lama yang sudah berumur hampir sepuluh tahun. respon yang saya dapat adalah dia marah. sampai-sampai ketika saya telpon dan sms pun tidak direspon sama sekali. bukan hanya itu, di media social yang sebelumnya kami berteman pun tiba-tiba dia menghilang. dia seperti melarikan diri. itu yang saya simpulkan karena dia berusaha menghindari saya dengan berbagai cara. memutuskan hubungan di sosmed adalah sangat gak apa-apa sekali. tapi yang namanya pinjaman tetap harus dikembalikan kan hehe..

ini akan jadi pelajaran bagi kami, semoga juga berguna untuk semua orang. bahwa segala yang bukan milik kita suatu saat harus dikembalikan. apapun bentuknya, siapapun pemiliknya. termasuk kehidupan ini dan jika saat itu tiba, sudah semestinya kita legowo (ish.. berat banget bahasanya). jadiii.. hayooo yang merasa masih ada pinjeman, segeralah dikembalikan. selain memang itu adalah hak pemiliknya, mengembalikan secepatnya juga akan mengembalikan kepercayaan. kalo udah percaya siapa tahu besok-besok boleh pinjem lagi 🙂

One Comment

  1. menurut ustad khalid Bhasalamah bahwa selama yg dipinjamkan belum mengembalikan pinjamannya maka pahalanya orang yang meminjamkan adalah sama dengan bersedekah setengah dari nilai pinjamannya setiap hari asal ikhlas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *