tentang Cah Bagus

[Abhi sudah bisa apa?] yang bulat itu bola

akhir-akhir ini saya selalu menghindar dari percakapan tentang anak. setiap kali orang-orang sudah mulai membahas tentang anak, saya memilih untuk menghindar saja. bukan karena saya takut ditanyai tentang kabar abhi, bukan. tapi saya takut kalau-kalau saya akan sedih lagi dan galau lagi. biasanya saya hanya bersedia cerita dengan orang-orang dekat aja.

hari minggu lalu seorang sahabat menghubungi via Line video call. saya tahu mereka semua kangen kami (gak pa pa ya agak ge er dikit), terutama dengan abhi. CYMERA_20140423_091714

 

dia ditemani anaknya yang usianya lebih muda 4 bulan dari abhi. saya takjub melihat anaknya yang terlihat sudah besar sekali. daan kan..kan.. kaaan.. saya mulai galau lagi. hati tak tentu rasanya dan pelan-pelan airmata mulai membasahi pipi huwo huwo huwoooo.. (lebay poll)

saya bukan menangis karena membandingkan abhi dengan anak itu. saya menangis sambil berdoa dalam hati, dan membayangkan semoga suatu hari nanti abhi pun bisa seperti anak itu bahkan lebih hebat lagi, Aamiin..

sudah dua bulan ini abhi menjalani terapi. mulai dari diajarkan caranya bangun dari tidur lalu ke posisi duduk, dari duduk lalu ke posisi merangkak, berjongkok, merayap, sampai dari posisi duduk ke posisi berdiri. terapi abhi gak mudah. Abhi itu mulai sak karepnya sendiri. kalau dia lagi mau tengkurep ya badannya ditahan untuk tengkurep, bakalan susah untuk dibalik. atau kalau dia lagi mau tidur miring ya jangan harap dia mau diajak tengkurep. dan saat dia merasa tidak nyaman dia akan berontak dan nangis sekeras-kerasnya plus drama dikit biar cepetan diambil emaknya :). untung mbak Fian terapisnya sangat sabar sementara kami (umm lebih tepatnya sih saya) sudah kepingin bawa abhi pulang aja kalo liat abhi nangis kayak gitu.

tujuan terapi ini adalah melatih kekuatan otot, memberi rangsangan fisik, mengenalkan bagian kanan dan kiri dsb. dsb. 10 kali terapi abhi masih tetep dengan kebiasaannya berguling-guling ria. tapi entah kemampuan entah apa namanya, sedikit demi sedikit mulai ada perkembangan. yang dulunya dia suka mainan jarinya sendiri, sekarang ini sudah mulai “rame” ngocehnya. dan sudah bisa diajak ngobrol. ya tentu aja abhi njawab dengan ocehannya.

balik ke cerita hari minggu lalu, malamnya kami jalan-jalan dan makan di warung sushi kesukaan si mas. abhi yang saat itu ada di gendongan saya coba dudukkan diatas meja. pandangannya langsung keliling ruangan. tiba-tiba saja, tangannya terjulur keatas. kami bingung, apa yang diminta abhi. tangannnya terus terusan menunjuk keatas. Olala, abhi menunjuk kearah lampion bulat diatas kepalanya. selama ini dirumah abhi memang selalu main bola. mungkin menurut abhi yang diatas kepalanya itu adalah bola seperti yang ada dirumah.

buat orang lain mungkin ini biasa. tapi ini keajaiban buat kami. ya Allah, saat itu juga saya bersyukur sambil terharu. saya merasa seperti ditunjukkan “ini lho perkembangan anakmu sudah sampai sini..” ternyata daya ingatnya sudah mulai aktif. dia sudah mulai mengingat bahwa sesuatu yang bulat itu adalah bola. saya malu jadinya karena sudah galau-galau ria tadi hehe. dan sekarang kami makin yakin, Abhi pasti bisa. Cayooo nak! :*

6 Comments

  1. Mas Abhi bisaaa :-* … emaknya aqira juga kadang suka kurang bersyukur udah punya aqira (this post make me “meleleh”) makasih mama abhi :-8

  2. Teh Ia, windy kangen. it’s been so long time kita ngg ketemu lagi. Windy sebenarnya sering banget baca blog teh Ia, dan jujur selalu bisa jadi inspirasi buat windy. Teh Ia bener-bener wanita yang hebat, dari dulu windy kenal teh Ia, teh Ia selalu bisa ngasih pelajaran hidup yang berarti buat orang lain. Semoga teh Ia selalu diberi kesehatan, sama Mas Bowo juga. Sama Abhi juga, windy belum pernah ketemu Abhi, tapi someday, windy pasti bakalan ketemu Abhi, semoga Abhi selalu diberikan kesehatan juga yah. Biar bisa selalu jadi pelindung buat Ibunya. Miss you teh Ia.

  3. makasi buat semuanyaaa..
    doa dan semangat dari mase dan mbake jadi energi baru buat kami.
    semoga kita semua diberi kemudahan. Amiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *