tentang harian, tentang sahabat

dicemburui, berkah atau musibah?

 

jealousy2

rasanya sudah lama banget gak ngerasain perasaan ini. dicemburui. sudah hampir lima tahun lamanya terbebas dari rasa dicemburui. ini maksudnya dicemburui yang tak beralasan gitu.  dulu sih hampir selalu dikelilingi cerita macam ini. gerah banget kan rasanya kalo ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba aja dicemburui gak jelas gitu. setelah “tutup buku 5 tahunan” cerita tentang mencemburui–dicemburui ini selesai juga.

ternyata oh ternyata cerita cemburu-dicemburui itu belum sepenuhnya selesai. meskipun sekarang ini pelakunya beda. tanpa alasan yang jelas tiba-tiba aja saya dicemburui oleh seseorang. hm.. bukan.. ini pelakunya bukan si mas. entah kenapa sepertinya stok cemburu miliknya sedikit sekali. dari hasil baca-baca artikel di majalah sih laki-laki itu gak suka pake kode. jadi saking penasarannya sampai pernah nanya langsung. dengan pertanyaan yang selugas mungkin, begini: “mas, pernah cemburu gak sih? kok gak pernah keliatan cemburu? cemburu itu kan salah satu tanda sayang..” dan pertanyaan yang panjang itu cuma dijawab lima kata: “ya pernahlah, aku kan normal.” setelah nunggu beberapa menit, berharap ada lanjutannya. ternyata jawaban tadi stop sampai disitu. errr…

balik ke tiba-tiba dicemburui tadi ya. sebut saja mereka jono dan lulu. mereka berdua adalah teman saya. kebetulan saja saya lebih dulu kenal dengan jono ketimbang lulu. kejadiannya sejak empat bulan terakhir ini. entah kenapa saya merasa jono berubah, yang biasanya ramah, baik hati dan suka menolong, tiba-tiba saja sering menghindar tanpa sebab. rasanya itu terjadi sejak beberapa minggu menjelang pernikahan mereka.

awalnya saya bingung dengan perubahan sikap jono. sempat mencari informasi ke adi, imah, titin, ali dan semua teman-teman kami tentang perubahan jono yang sangat mendadak itu. sampai suatu sore saat jono dan saya sedang mengobrol, tiba-tiba saja jono lari menjauh walau ucapannya belum selesai saat mendengar suara lulu yang mendekat kearah kami. saat itulah baru saya tahu. ternyata lulu tak senang melihat pertemanan saya dan jono.

nahloo, ini membuat saya terdiam lamaaa banget. gak habis pikir, apa yang membuat lulu tak senang dengan pertemanan kami. apakah lulu cemburu? kok rasanya aneh sekali cemburu dengan ibu-ibu beranak. apalagi lulu tau interaksi saya dan jono selalu berhubungan dengan kerjaan.

saya sempat berpikir, mungkin ini disebabkan wedding syndrome. tapi kok berlarut-larut. sampai sekarang, setiap kali kami para istri berkumpul lalu membahas kebiasaan para suami lulu masih sering menyindir-nyindir saya dan jono. astagaa…

biasanya alasan orang cemburu kan karena melihat orang lain lebih, atau memang yang dicemburui itu yang kecentilan. misalnya iya saya yang kecentilan, itu kapaan? kenapa gak bilang? setelah lelah berpikir apa kira-kira sebab musababnya. akhirnya saya pasrah. apapun alasan yang membuat lulu cemburu semoga itu hanya perasaan sesaat. saya pikir kewajiban saya adalah menjaga hubungan pertemanan dengan baik. tentang kecemburuan lulu biarlah itu menjadi urusannya. biarlah hidup saya tenang. yaa meskipun kadang masih kepikiran.. kok bisa cemburu sama guwe siiih? sebenernya ini berkah atau musibah? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *