tentang harian

masa lalu

buat saya, masa lalu itu seperti sebuah ruang dengan lorong panjang dengan sebuah pintu besar diujungnya.

yang setiap kita punya cara masing-masing dalam melewati.

ada yang melewatinya dengan berlari cepat lalu membanting pintu agar tertutup. tapi beberapa saat kemudian kembali mengintip lewat lubang kunci.

ada yang melewatinya dengan berjalan sewajarnya, lalu mengunci pintu rapat-rapat.

ada yang melewatinya dengan menikmati. sambil sesekali melihat pemandangan dalam ruangan. lalu keluar dan bercerita ke semua orang tentang isi ruangan.

ada yang melewatinya dengan kondisi penuh luka, lalu melupakannya.

bahkan ada pula yang melewatinya dengan rasa yang tak terlukiskan. mungkin usahanya untuk keluar dari ruangan sama besarnya dengan usahanya untuk hidup.

 

jika setiap kita punya cara berbeda saat melewatinya, lalu mengapa orang-orang diluar sana mengharuskan kita begini dan begitu?

jika setiap kita punya sensasi rasa yang berbeda saat berada didalam ruangan, lalu mengapa berada diluar justru harus punya rasa yang sama?

 

lalu sekumpulan pertanyaan baru akan muncul

siapa kamu?

apakah kamu juga datang dari ruang yang sama?

apa akibatnya jika saya begini dan kamu begitu?

apa untungnya jika saya dan kamu sama-sama begitu?

 

#sigh

forget_the_past

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *