tentang Cah Bagus, tentang harian

Sekolah baru Abhi

siap-siap mau sekolah
siap-siap mau sekolah

jam setengah dua belas, matanya kebuka sedikit, badan ngulet-ngulet, guling kekanan dan kekiri lalu merem lagi. sudah dibangunin berkali-kali, tapi anak ganteng ini bobo-lagi-bobo-lagi aja. hihihi… maap ya Le ngurangi jam tidurmu. karena siang ini adalah jadwal kita latihan.

sejak hijrah ke Semarang, jadwal latihan abhi berubah jadi siang hari. tetep seminggu 3x hanya saja sekarang harinya sudah ditentukan dari terapis YPAC sesuai jumlah siswa hari itu.

anak ganteng belajar jalan
anak ganteng belajar jalan

 

lho kok YPAC? Abhi kan gak cacat? gak apa-apa latihan disana? itu pertanyaan yang sering kami dengar setelah mereka dengar abhi terapi di YPAC Semarang. memang, awalnya kami sedikit pusing mencari tempat latihan yang sedikit private. kenapa harus private? supaya terapisnya lebih focus ke abhi. gak seperti di rumah sakit yang pada umumnya terapisnya borongan. alias satu orang terapis menangani 2 sampai 3 anak.

tetapi setelah survey ke salah satu rumah sakit ternama disini lha kok sama saja kondisinya. lalu ditambah pengalaman serta rekomendasi positif dari anggota POTADS (Perkumpulan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome) yang anaknya dilatih di YPAC, akhirnya kami mendaftarkan abhi dengan disertai suasana hati yang penuh kegalauan.

sebelumnya, berhari-hari lamanya saya galau, Abhi itu kan down syndrome, gak cacat. ya hampir samalah seperti yang ditanyakan orang-orang. tapi lalu si mas dengan sabarnya menenangkan dan berkali-kali memberi pengertian bahwa abhi hanya mengambil sesi latihannya saja. bahwa di YPAC abhi nantinya akan bertemu dengan ‘teman-temannya’ sehingga dia tidak lagi asing seperti selama ini. dan bahwa disana lokasinya cukup strategis.

belajar merangkak
anak ganteng belajar merangkak

begitulah, jadii bisa dibilang alasan kami memilih YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat) Semarang sebagai tempat latihan Abhi kali ini supaya lebih dekat dengan tepat kerja ibunya. jadi berangkatnya bisa bareng dan disela-sela waktu ibunya bisa ‘intip-intip’ sebentar.

Alhamdulillah, keraguan dan kegalauan kemarin itu tidak terbukti. 12x pertemuan, abhi sudah semakin berani. mungkin karena saat latihan abhi juga berkumpul dengan teman-temannya. terlihat sepertinya dia sudah mulai mau bersosialisasi dan gak malu-malu lagi. ah.. kado baru lagi dari abhi untuk ayah ibunya.

buat kami, saat mengantar abhi latihan dan bertemu dengan teman-teman abhi di YPAC adalah saatnya belajar. belajar untuk terus menerus bersyukur. ternyata yang kami anggap berat itu masih belum seberapa. juga belajar untuk terus bersabar. dari orang tua lain yang sudah terbukti hebat menghadapi anak-luar-biasa nya.

mungkin ini cara Allah ‘melemparkan kerikil’ Nya agar kami tetap sadar dan selalu menoleh keatas. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *